Kamis, 30 Desember 2010

NIFEDIPINE


NAMA                                           : YUNITASARI
NIM                                             : 04.07.1831
KELAS                                          : F/KP/VII     

NIFEDIPINE
Ø   Komposisi :
Aoozdexa
Tablet salut selaput 10 mg
Ø   Farmakologi :
Nifedipine merupakan antagonis kalsium (calcium channel Mocker) yang berefek mengurangi konsumsi oksigen jantung, memperbaiki toleransi latihan pada pasien angina pektoris. mengurangi kebutuhan nitroglisenn dan mengurangi perubahan iskemik jantung saat benstirahat dan beraktivitas. Pada percobaan terhadap hewan, menunjukkan perbaikan perfusi pada miokardium yang iskemik. Pada angina Printzmetal dimana nyeri dada disebabkan oleh spasme koroner, nifedipine terbukti merupakan terapi yang efektif. Nifedipine merupakan antihipertensi poten, dimana responnya lebih bermakna pada tekanan darah inisial yang lebih tinggi. Pada individu dengan normotensif, tekanan darahnya hampir tidak turun sama sekali Pada pasien hipertensi, nifedipine menurunkan resistensi penfer serta tekanan darah sistolik dan diastolik, meningkatkan volume per menit dan kecepatan jantung, juga mengurangi resistensi koroner, meningkatkan aliran koroner dan menurunkan konsumsi oksigen jantung. Efek antihipertensi dari nifedipine dalam dosis tunggal oral memberi onsef sangat cepat dalam waktu 15-30 menit dan berlangsung selama 6-12 jam.
Nifedipine cocok untuk terapi antihipertensi ringan, sedang dan berat. Terapi dapat dikombinasikan dengan p-bloker, diuretik, metildopa atau klonidm. Pada kasus resistensi terhadap p-bloker atau terapi kombmasi p-bloker dan diuretik, respon positif dapat diperoleh dengan penambahan nifedipine daiam terapi.Pemberian nifedipine secara oral pada krisis hipertensi akan menurunkan tekanan darah dengan cepat dan efektif. Nifedipine juga digunakan untuk terapi hipertensi nefrogenik, hiperaldosteronisme dan feokromositoma. Berbeda dengan p-bloker, nifedipine dapat digunakan untuk pasien pendenta asma karena tidak meningkatkan disposisi obstruksi bronkial, juga tidak mengganggu sirkulasi perifer tetapi sebaliknya memiliki aksi vasodilatasi. Nifedipine juga cocok digunakan untuk pasien dengan klaudikasi atau smdrom Raynaud yang diperburuk oleh p-bloker. Nifedipine tidak memberikan efek antiaritmia. Pemberian nifedipine secara oral akan diabsorbsi dengan balk, 92-98/o
terikat oleh protein plasma dan diekskresi dalam bentuk metabolit tidak aktif melalui urin. Nifedipine dalam dosis tunggal diekskresi sebesar 80%  dalam waktu 24 Insufisiensi ginjal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap farmakokinetik nifedipine.
Ø    Indikasi : 
Pengobatan dan pencegahan insufisiensi koroner (terutama angina pektoris setelah infark jantung) dan sebagai terapi tambahan pada hipertensi.

Ø    Kontraindikasi:
·                        Hipersentivitas terhadap nifedipine.
·                        Karena  pengalaman  yang terbatas , pemberian nifedipine pada wanita hamil hanya dilakukan dengan pertimbangan yang hati – hati.

Ø    Dosis :
·            Dosis tunggal              : 5-10 mg
·            Dosis rata-rata                       : 5-10 mg ,3 kali sehari.
Interval diantara 2 dosis pemberian tidak kurang dari 2 jam
Ø    Peringatan dan perhatian :
Pemberian nifedipine pada pasien dengan stenosis aorta atau pasien yang sedang diberikan {i-bloker atau obat depresan miokardium lainnya dapat menyebabkan risiko gagal jantung.
Ø   Efek samping :
·   Dose dependent disebabkan oleh dilatasi vascular seperti : sakit kelapa perasaas tertekan di kepala , flushing , pusing , gangguan lambung , mual ,lemas , palpitasi, hipotensi, hipotensi ortostatik , edema tungkai , tremor , kram pada tungkai , kongesti nasal, takikardia,tinnitus ,reaksi dermatologi.
·   Sangat jarang terjadi dilaporkan pada pemakaian nifedipine jangka panjang terjadi hidperplasia gusi dan segera kembali ketika pemakaian nifedipine dihentikan .
·   Efek samping berat yang memerlukan penghentian pengobatan relative jarang terjadi
Ø   Interaksi obat mekanisme kerja obat:
·   Penggunaan nifedipine bersamaan dengan p-bloker mempotensiasi efek antihipertensi nifedipine.
·   Penggunaan niofedipine bersamaan dengan p-bloker pada pasien dengan insufisiensi jantung ,terapi harus dimulai dengan dosis kecil dan pasien harus dimonitor dengan sangat hati-hati.
·   Penggunaan nifedipine bersamaan dengan simetidin ( tidak pada ranitidine ) meningkatkan konsentrasi plasma dan efek antihipertensi nifedipine
Ø   Overdosis :
Intoksikasi nifedipine jarang dijumpai.Dosis 210 mg menyebabkan hipotensi berat dan blok atrioventrikular total.Terapi hipotensi dan blok atrioventrikular dianjurkan dengan infus
simpatomimetik fisoprenalin, dopamin) yang memberikan aksi yang
berlawanan dengan nifedipine dengan meningkatkan perfusi kalsium ke
dalam sel miokardium. Larutan kalsium glukonat 10% dapat diberikan dengan
dosis inisial 10-20 ml ditingkatkan sesuai respon.
Kemasan dan nomor registrasi :


TANGGUNG JAWAB PERAWAT :
1.     Menjelaskan kegunaan obat Menjelaskan kegunaan obat tersebut.
2.     Menjelaskan efek samping obat tersebut.
3.     Menjelaskan kandungan obat yang terdapat pada obat tersebut.
4.     Menjelaskan cara mengkonsumsi obat tersebut.
5.     Menjelaskan dosis obat tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar